Tabel Pemupukan Berkala Pada Buah Naga

Tanaman buah naga mempunyai respon pertumbuhan yang tinggi. Karena itu pemupukan secara berkala sangat dibutuhkan untuk melayani respon pertumbuhan yang tinggi dari tanaman ini. Pemupukan berkala merupakan syarat utama untuk keberhasilan pembuahan buah naga.

Pemupukan berkala adalah pemupukan yang dilaksanakan sepanjang tahun dengan interval yang berbeda sesuai dengan kebutuhan tanaman buah naga. Karena tanaman ini bisa mencapai usia 20 tahun, maka pemupukannya pun harus disesuaikan dengan kehidupan jangka panjangnya.

Satu hal penting yang harus dan mutlak diketahui jika kita menginginkan berhasil dalam budidaya buah naga. Mengenali kebutuhan pupuk sesuai dengan tahapan pertumbuhan tanaman buah naga. Setiap tahap pertumbuhan memebutuhkan jumlah pupuk yang berbeda-beda. Pada masa awal pertumbuhan yakni sejak tanaman muda hingga tanaman menjelang berbunga dan berbuah, tanaman buah naga banyak membutuhkan pupuk dengan kandungan unsur nitrogen (N) yang tinggi. Selanjutnya ketika tanaman buah naga mendekati masa berbunga dan berbuah, maka tanaman banyak membutuhkan pupuk dengan kandungan fosfor (P) dan kalium (K) yang tinggi.

Berikut ini jadwal pemupukan secara berkala yang disusun sesuai dengan prinsip kebutuhan pupuk seperti tersebut diatas. Pemupukan berkala berikut ini disajikan dlam 2 macam. Pertama, pemupukan berkala menggunakan pupuk kimia, yang kedua dengan menggunakan pupuk kandang. Jadwal berikut ini adalah pemupukan pada tahun pertama. Pada setiap tahun berikutnya jadwal pemupukan bisa dilanjutkan sesuai dengan jadwal pemupukan seperti berikut, tapi dosisnya dinaikkan 10 persen.

Tanaman buah naga adalah tanaman yang berbuah setiap tahun khususnya memasuki bulan September hingga Desember. Berkenaan dengan prinsip kebutuhan pupuk, pemupukan berkala juga harus disesuaikan dengan tahapan pertumbuhan tanaman buah naga.

Tabel Pemupukan Berkala dengan Pupuk Anorganik (kimiawi).

pemupukan buah naga
Tabel Pemupukan Berkala Dengan Pupuk Organik ( pupuk kandang )


pupuk organik buah naga

Keterangan :
1. Pemupukan diulang setiap tahun dan dosisnya dinaikkan 10 % setiap tahun.
2. Air seni kambing bisa digantikan dengan pupuk kandang, dosisnya 8 kg per tanaman.
3. Top soil adalah tanah permukaan yang kaya humus

1 komentar:

  1. Assalamu'alikum wr wb

    Sebagai pemula yang mulai tertarik dengan bisnis buah naga ini, berhubung ini juga salah satu buah kesukaan saya, sebenarnya masih ada beberapa hal yang bikin saya bingung. Tapi sejak ketemu situsnya mas dedi ini, saya jadi banyak sekali mendapatkan informasi yang bahkan sempat tidak terpikirkan oleh saya sebelumnya. Thanks mas, semoga ilmunya bermanfaat bagi orang banyak dan sukses selalu.

    Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan terkait dengan pemupukan dan penyiraman.
    1. Perbedaan signifikan pemakaian pupuk anorganik dan organik itu apa? Saya pribadi cenderung ingin pakai pupuk organik untuk menghindari penggunaan bahan2 kimia karena tentunya akan ada dampak yang kurang baik. Apa pendapat saya keliru?
    2. Bagaimana cara pencampuran pupuk dan media tanam pada tahap awal, apakah diaduk rata begitu saja atau dibuat per lapisan atau bagaimana sebaiknya? Kalau misal pakai pot, apa komposisinya disesuaikan dengan volume pot atau tetap seperti itu?
    3. Bagaimana cara pemberian pupuk pada umur 1 bulan dst? Apa hanya cukup ditebar di permukaan atau digali lagi dan diaduk?
    4. Asumsi saya penggunaan pupuk dgn N tinggi digunakan hingga umur 10 bulan berdasar tabel, bulan berikutnya memasuki masa berbuah menggunakan pupuk dgn P dan K yg tinggi, karena tidak ada keterangan pupuk kandang jenis mana yang harus digunakan, apakah saya benar atau keliru?
    5. Saya ambil contoh di bulan ke 5 pemberian pupuk sebanyak 8 kg per tanaman. Maksudnya per tanaman itu bagaimana? Satu tiang ada 4 tanaman, jadi dosis pupuknya dikali 8x4 atau per tanaman yang dimaksud keseluruhan dalam satu tiang (4 tanaman dihitung per tanaman)?
    6. Frekuensi pemberian pupuk berarti cukup 1 bulan sekali?
    7. Untuk penyiraman saya sudah memahami frekuensi penyiramannya, tetapi bagaimana cara menakar banyaknya air siraman? misal saya sebelumnya tidak tahu seberapa banyak air yang disiramkan bakal tergenang (tanam pot). apa dikira2 saja, atau ada tanda yang terlihat kapan pemberian airnya sudah mencukupi, atau saya memang harus melakukan uji coba dulu sebelumnya?

    Mohon maaf kalau pertanyaannya banyak. Saya benar-benar niat menekuni si buah naga ini. Bisa jadi suatu saat saya juga pesen bibitnya dari mas dedi ini. Hehehe. Semoga mas berkenan memberikan jawaban atas kebingungan saya ini.

    Terima kasih.

    BalasHapus