Cara Budidaya Buah Naga Di Kebun (2)

berkebun buah nagaPemeliharaan Tanaman
Setelah ditanam, bibit buah naga membutuhkan perawatan intensif agar dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik. Ada dua tahap yang dilalui hingga tanaman berproduksi, yaitu tahap vegetatif dan generatif.

Tahap vegetatif merupakan masa pertumbuhan organ perakaran dan percabangan. Buah naga membutuhkan bentuk percabangan yang baik dengan jumlah cabang tertentu pula. Sementara tahap generatif merupakan masa menjelang berbunga atau berbuah.

Tahap generatif ini sangat erat kaitannya dengan vegetatif. Masa generatif muncul setelah pertumbuhan tunas cabang atau batang sudah menjadi sangat lambat atau berhenti. Bila pertumbuhan tanaman masih terlalu subur atau tahap vegetatif masih berlangsung maka tahap generatif dapat tertunda. Oleh karena itu, diperlukan perlakuan tertentu agar tahap vegetatif dapat diatur sehingga tanaman dapat memasuki tahap generatif. Pengamatan secara rutin sangat diperlukan agar produksi buah naga dapat dipercepat.

Dalam budidaya tanaman buah naga dikebun diperlukan beberapa tindakan perawatan diantaranya ialah penyulaman, pengikatan dan pengaturan letak, pengairan, pemupukan, pemangkasan, serta penyeleksian bunga dan calon buah.

1. Penyulaman
Dalam budidaya buah naga, penyulaman sangat diperlukan agar tanaman dapat berproduksi optimal. Penyulaman dilakukan seminggu setelah bibit ditanam, penyulaman merupakan tindakan mengganti tanaman yang mati, busuk pada pangkal batang, tidak tumbuh, atau kerusakan fisik lainnya.

2. Pengaturan letak dan pengikatan cabang atau batang
Letak cabang atau batang perlu diperhatikan agar pertumbuhan tanaman menjadi normal dan tidak salah bentuk. Bila hal ini dilakukan maka percepatan pertumbuhan tanaman dapat terpenuhi.

Pengaturan letak cabang atau batang ini dilakukan dengan pengikatan. Pengikatan harus dilakukan karena pertumbuhan cabang tau batang bertambah. artinya, ikatan yang dilakukan saat penanaman harus diubag letaknya. Dengan perubahan ikatana tersebut maka batang atau cabang dapat diarahkan pertumbuhannya. Apabila terlambat dilakukannya pengikatan, akan mengakibatkan pertumbuhan cabang tau batang melengkung tidak teratur atau menyimpang dari arah tiang penyangga.

Idealnya setiap 21-25 cm harus diadakan pengontrolan dan pengikatan cabang. Bahan untuk pengikatan ini dapat berupa kawat alumunium elastis atau tali rafia. Bentuk ikatan sebaiknya berupa angka "8". Pengikatan ini jangan terlalu kencang karena dapat menyebabkan cabang atau batang terjepit atau patah.

3. Pengairan
Tanaman buah naga membutuhkan pengairan yang rutin. Walaupun tanaman membutuhkan tanah pada kondisi yang kering, tetapi untuk memenuhi masa pertumbuhannya tetap diperlukan air untuk membantu reaksi fisiologis dari tanaman. Air sangat dibutuhkan tanaman untuk membantu menyalurkan unsur hara yang diserap tanaman dari dalam tanah.

Pengairan dilakukan mulai hari ke-10 sesudah penanaman atau sesuai kondisi lahan, apabila terlalu kering tanah harus segera disiram. Penyiraman tidak perlu terlalu banyak atau jangan sampai terendam karena dapat mengakibatkan busuk batang. Frekuensi penyiraman berbeda antara tahap vegetatif dan generatif. Pada tahap vegetatif, penyiraman dilakukan seminggu sekali hingga umur enam bulan. Bila kondisi tanahnya kering atau musim kemarau, frekuensi penyiraman bisa dilakukan 5-7 hari sekali.

Jenis tanah yang baik untuk penyiraman adalah lempung berpasir dan berdebu. Namun yang terpenting adalah harus diperhatikan drainase atau aerasi tanah. Sementara pada tahap generatif, frekuensi penyiraman dilakukan 10-14 hari sekali. Waktu terbaik untuk melakukan penyiraman adalah pada pagi hari pukul 06.00 atau sore hari pukul 17.00.

Pada saat tanaman mulai produksi bunga dan buah, penyiraman harus dikurangi agar pertumbuhan tunas baru menjadi lambat dan berhenti. Pengairan tanaman dihentikan bila sudah tampak tanda-tanda adanya kuncup bunga. Bila ada sekitar 30% populasi tanaman sudah tumbuh kuncup maka pengairan cukup diberikan dua minggu sekali. Bila buah sudah membesar seukuran kepalan tangan walaupun masih hijau sedikit kemerahan pada kulitnya maka pengairan dihentikan hingga buah menjadi tua. Tanda buah sudah tua adalah ujung dan pangkal buah sedikit keriput dan keras.

4. Pemupukan
Tanaman buah naga merupakan jenis tanaman kaktus yang sangat banyak membutuhkan hara untuk hidupnya, karena itu pemupukan adalah salah satu kegiatan pokok untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta kualitas dan produktivitas buah. Pemberian pupuk harus seimbang dan sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Untuk menghasilkan buah yang baik diperlukan unsur hara yang seimbang. Unsur hara ini diperoleh dan disediakan oleh media tumbuhnya berupa tanah. Namu sayangnya ketersediaan unsur hara didalam tanah tidak selamanya sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan tanaman. Oleh karena itu, untuk memenuhi ketersediaan unsur hara dibutuhkan penambahan pupuk.

Jenis pupuk yang diberikan tergantung pada fase pertumbuhan tanaman. Bahkan jumlah dan cara pemberiannya berbeda-beda sesuai pertimbangan ekonomis maupun perlakuan terhadap tanaman buah naga. Setiap petani memiliki cara masing-masing dalam melakukan pemupukan disesuaikan dengan kondisi lahan maupun tenaga yang ada. Pemberiannya dilakukan secara bertahap sesuai umur tanaman. Namun pemberian pupuk dapat dilakukan karena tanaman menunjukkan gejala-gejala kekurangan unsur hara tertentu.

0 comments: