Panduan Bisnis Buah Naga Modal Minim (2)

Melanjutkan posting sebelumnya tentang Panduan Memulai Bisnis Budidaya Buah Naga Bagi Modal Minim 1 (klik disini), sekarang saya akan menjelaskan beberapa cara bagaimana menekan biaya dalam budidaya buah naga dan hasilnya pun tetap optimal dan menguntungkan.

Berikut ini beberapa hal yang bisa dijadikan alternatif untuk menyiasati keterbatasan modal atau untuk menumbuhkan keyakinan bagi anda yang belum punya pengalaman budidaya tanaman dalam memulai bisnis budidaya buah naga :

1. Hal yang paling penting adalah tanamkan dalam pikiran anda bahwa budidaya buah naga itu sangat mudah, lupakan kekhawatiran anda bahwa anda akan rugi dan gagal dalam bisnis ini, sudah banyak sumber yang membuktikan bahwa buah naga bisa hidup di mana saja dan minim hama dan penyakit, juga banyak referensi tersedia yang selalu update tentang pakem-pakem baru dalam budidaya yang semakin meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya. Anda bisa mencari artikel-artikel atau video-video tentang budidaya buah naga dari luar negeri atau forum diskusi dan website atau blog, beberapa tayangan televisi dan masih banyak lagi. Sudah modal terbatas, anda tidak tahu ilmu budidaya tanaman, jika ditambah anda ragu, bingung, kuatir, apa jadinya? kalau anda sudah sepakat bahwa budidaya buah naga itu mudah, mari kita lanjut ke poin berikutnya.

2. Dalam budidaya buah naga seperti anda lihat di majalah, buku, televisi, website dll, pasti tiang panjatan pada umumnya menggunakan tiang dari beton cor yang sangat kuat karena tanaman buah naga yang ditopangnya bisa mencapai puluhan tahun. Tanaman buah naga yang sudah bercabang banyak dan berbuah juga semakin berat dan membutuhkan penopang yang kuat dalam hal ini yang terbaik adalah tiang dari beton cor, yang tentu saja membutuhkan biaya yang besar untuk membuatnya. Lalu bagaimana menyiasati hal itu dengan modal yang terbatas? Anda bisa menggunakan beberapa alternatif tiang panjatan diantaranya menggunakan tiang panjatan hidup (baca disini). Tetapi, kali ini saya akan memberikan salah satu model lagi yaitu menggunakan Tiang Panjatan Hidup yang Mati (bingung ya?), salah satunya adalah menggunakan kayu limbah (sisa tebangan/rencek) dan bambu seperti foto di bawah ini :

tiang panjatan bambu buah nagatiang panjatan kayu buah naga


Jika anda belum yakin dengan daya tahan dan kekuatannya, anda bisa menambahkan serabut kulit kelapa yang di tempelkan pada penampang luarnya, atau apa saja yang bisa melindungi kayu atau bambu dari panas matahari dan hujan agar tidak cepat lapuk.

Gunakan bahan apa saja yang anda punya, yang banyak tersedia di sekitar anda, yang bisa anda dapatkan dengan harga murah, apalagi bagi anda tinggal di daerah kecil/pedesaan, pasti bahan tersebut banyak tersedia. Lalu bagaimana dengan daya tahannya? bukankah bahan tersebut akan mudah lapuk dan rubuh? Penjelasannya begini, bahan-bahan tersebut bisa tahan sampai 1 tahun (1 periode sampai musim buah), jika anda sudah membaca artikel saya tentang "metode pangkas habis" pasti bisa mengerti. Setelah masa berbuah dan anda sudah panen, anda bisa memangkas habis seluruh cabang/sulur untuk dijadikan bibit. Saat itu anda pasti mendapatkan keuntungan dari penjualan bibit dan buah, dari keuntungan itulah anda bisa mengganti dengan tiang panjatan beton atau mungkin anda tetap menggunakan bahan yang sama, sementara uang anda bisa digunakan untuk memperbanyak jumlah tiang dan populasinya, semua tergantung anda.

Saran saya, jika memang uang anda sudah bisa digunakan untuk membuat tiang dari beton, sebaiknya gunakan beton saja. Karena tiang panjatan beton tentu saja lebih baik dan tahan lama.

Selanjutnya, saya akan menjelaskan bagaimana memperbanyak bibit buah naga dengan cara yang cepat dari jumlah bibit yang terbatas (modal minim pasti membeli bibit juga dalam jumlah terbatas juga). Semoga bermanfaat.....

(*bersambung)

0 comments: