Panduan Bisnis Buah Naga Modal Besar (2)

Selanjutnya adalah penjelasan tentang tenaga kerja yang di butuhkan dalam budidaya buah naga di kebun dalam jumlah besar.

Untuk per 1000 (seribu) populasi tanaman buah naga, idealnya membutuhkan tenaga kerja sebanyak 6 (enam) orang, bisa terdiri dari 1 orang tenaga ahli dan 5 orang tenaga kasar. Jika anda kurang berpengalaman dengan pertanian atau ilmu tanaman, anda wajib untuk merekrut tenaga ahli yang bisa meng-handle seluruh permasalahan dan gangguan yang muncul dalam budidaya. Anda bisa menggaji para lulusan sarjana pertanian yang meskipun belum ada pengalaman di lapangan, tapi setidaknya mereka tahu dasar-dasar ilmu tanaman dan lebih mempunyai kemampuan manajerial yang tentu saja sangat penting jika anda membudidayakan buah naga dalam jumlah besar.

Berikut ini adalah tindakan-tindakan yang dilakukan selama budidaya buah naga mulai dari pembukaan lahan sampai masa panen dan pasca panen. Sebaiknya anda mempunyai tenaga ahli yang selalu mengawasi beberapa tindakan tersebut.

1. Pengolahan media tanam dilakukan pada awal penanaman buah naga, anda membutuhkan tenaga kerja untuk mencampur tanah dengan pupuk atau bahan lain yang di butuhkan. Untuk komposisi media tanam bisa anda cari ditulisan saya sebelumnya.

2. Pemasangan tiang panjatan dan penanaman bibit, seperti sudah saya jelaskan sebelumnya, model terbaik untuk penanaman buah naga adalah dengan tiang tunggal berisi 4 tanaman.

3. Pengairan dan pemupukan, dilakukan secara berkala menurut kondisi tanaman dan perubahan cuaca misalnya peralihan musim curah hujan yang tinggi.

4. Penyulaman adalah mengganti bibit yang rusak atau tidak tumbuh dengan baik dengan bibit baru yang lebih sehat. Hal ini tidak sering dilakukan jika kondisi lahan dan perawatan anda lakukan dengan benar.

5. Penyiangan dilakukan untuk membersihkan tanaman lain yang tumbuh dan mengganggu tanaman buah naga anda. Anda juga harus membetulkan ikatan-ikatan buah naga pada tiang panjatan apabila ada yang putus selama akar udara belum menempel pada tiang panjatan.

6. Pemangkasan dilakukan secara berkala dari mulai tumbuh tunas pada bibit (menyisakan satu tunas saja pada batang utama) dan pemangkasan untuk menyambut musim buah tiba dan selama pertumbuhan bunga sampai panen buah. (sudah saya jelaskan sebelumnya)

7. Pemberantasan hama dan penyakit dilakukan jika muncul berbagai macam gangguan dan penyakit misalnya serangan busuk batang, jamur, bekicot, ulat dan sebagainya.

8. Seleksi kuntum bunga dan buah naga perlu dilakukan untuk menghasilkan hasil produksi yang bagus dan memenuhi syarat dari pembeli buah naga anda.

9. Panen (pemetikan buah) membutuhkan tenaga kerja yang terampil dan berpengalaman untuk menjaga kualitas buah baik pemotongan buah pada cabang dan pengemasan/packing yang bagus ketika anda melakukan penjualan hasil panen buah naga anda.

10. Penggemburan media tanam dan sanitasi, seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, media tanam buah naga tidak boleh terlalu padat dan terlalu menyimpan air. Sanitasi juga wajib dijaga dengan pembersihan tanaman lain pengganggu, sampah, sisa-sisa cabang yang rusak atau busuk dan membersihkan saluran untuk membuang air pada saat penyiraman dan turun hujan.

Dari uraian diatas, anda akan bisa melakukan perkiraan tenaga kerja yang bagaimana yang harus anda persiapkan sebelum membudidayakan tanaman buah naga dalam jumlah besar.

Semoga Bermanfaat.

2 komentar:

  1. "Anda bisa menggaji para lulusan sarjana pertanian yang meskipun belum ada pengalaman di lapangan, tapi setidaknya mereka tahu dasar-dasar ilmu tanaman dan lebih mempunyai kemampuan manajerial yang tentu saja sangat penting jika anda membudidayakan buah naga dalam jumlah besar."

    Terim kasih ya mas, telah mempromosikan FG (fresh graduate) Sarjana pertanian....Ketika saya melamar kerja, pasti ditanya pengalaman apa yg sudah anda miliki, wong arep nyari kerja malah ditanyain gitu?kapan kerjanya, moso arep sekolah terus, cakep dech....

    BalasHapus
  2. Hehe.... iya mas, sama2. semoga segera mendapatkan pekerjaan sesuai bidang dan pendidikannya. Kenapa nggak mencoba wirausaha? Good Luck...

    BalasHapus