Tanya Jawab Seputar Bisnis Buah Naga

Sebelumnya saya sudah menulis tentang tanya jawab budidaya buah naga yang bisa di baca disini, sekarang saya akan menulis tanya jawab tentang bisnisnya yang saya kumpulkan dari pertanyaan-pertanyaan yang masuk selama ini.

Tanya : Apakah bisnis buah naga memang benar-benar menjanjikan dan sangat menguntungkan?

Jawab : Ya jelas, wong buktinya sampai sekarang saya masih menjalani bisnis ini, bisnis buah naga adalah bisnis nyata bukan bisnis MLM atau menjual produk yang aneh-aneh.

Tanya : Saya mau membeli bibit buah naga dari bapak, tapi apakah ada jaminan bapak mau membeli hasil panen saya dan bapak mau membantu jika saya kesulitan dalam budidayanya ataupun pemasarannya ?

Jawab : Pasti anda adalah pegawai / pekerja / atau karyawan ya? kok belum-belum sudah takut merugi? Bisa saja, jika ada kontrak didepan bahwa hasil panen anda saya beli, ya dengan senang hati saya akan menandatanganinya, karena pasti harganya saya tekan dibawah pasaran demi keuntungan saya tentunya. Pasti dibelakang hari anda akan menjual ketempat lain jika anda sudah mendapatkan penawaran. Apakah anda tidak ingin berkembang dan memperoleh keuntungan lebih besar dengan memasarkan sendiri? Kalau masalah budidaya, saya sudah menulis panjang lebar di blog saya. Kenapa anda tidak mencoba dalam jumlah kecil dulu kemudian anda tambah populasinya jika anda sudah paham budidaya dan pemasarannya? Jika anda ingin menjadi wirausaha yang sukses, maka anda harus menanggalkan mental pekerja / karyawan dalam diri anda. Okey?

Tanya : Saya cari informasi dari berbagai sumber bahwa banyak para pekebun masih mengalami kesulitan dalam memasarkan buah naga, kalau menurut bapak?

Jawab : Wah kalau masalah itu, ya sama saja dengan jenis pertanian lain misal petani cabe, petani melon, petani semangka, pekebun apel dsb, ya tentu saja ada petani yang sukses dan tidak, petani besar dan kecil, semua tergantung kerja keras, pola budidaya, strategi pemasaran dan individu petaninya. buktinya banyak juga pekebun buah naga yang memperoleh keuntungan sangat besar dan kaya raya. Saya pun masih nyaman menjalani bisnis ini.

Tanya : Apakah bisnis budidaya buah naga membutuhkan modal besar? bagaimana dengan modal minim?

Jawab : Bisnis apapun intinya sama, semakin besar modal tentu saja prosentase keuntungannya semakin besar. Apakah anda mau mengharapkan memancing ikan besar dengan umpan cacing? Apakah anda hanya mengandalkan kebetulan dan keajaiban? Bisnis buah naga memang membutuhkan modal besar jika memang anda menggantungkan hidup hanya dari bisnis ini, ya mungkin 50 juta jika anda ingin bisa cepat "makan enak" dari bisnis ini. Untuk modal minim saya pernah menulis panduannya. Dan dengan modal minim, anda tentu tidak bisa mendapatkan keuntungan lebih hanya dalam hitungan bulan.

Tanya : Saya tidak paham dengan seluk budidaya buah naga, bagaimana saya bisa menjalankan bisnis ini?

Jawab : Tanaman ini masuk ke Indonesia pada tahun 2000, apakah saya dulu paham dengan budidayanya? tentu tidak, semua pekebun belajar dan membutuhkan waktu panjang untuk memahami budidayanya, sebagai contoh untuk menemukan media tanam dan pupuk yang ideal, saya melakukan banyak percobaan. Misal, saya membuat banyak kelompok tanaman, saya memberikan komposisi media tanam yang berbeda-beda untuk masing-masing kelompok dan akhirnya bisa ditemukan komposisi yang terbaik. Pola budidaya tanaman apapun akan selalu berkembang dan dibutuhkan kreatifitas untuk menghasilkan pola yang inovatif dan efektif. Jika anda tidak paham budidayanya, rekrutlah para lulusan sarjana pertanian, gunakan ilmu mereka, gajilah dan pekerjakan mereka dan dengan berjalannya waktu anda akan menemukan pola budidaya buah naga yang bagus.

Tanya : Saya baca di blog bapak, banyak komentar-komentar yang mengatakan sangat sulit untuk membuahkan buah naga dan selalu gagal dalam penyerbukan, bagaimana sebenarnya cara penyerbukan yang benar?

Jawab : Ini yang membuat saya bingung, saya sudah menjelaskan dengan gambar, video dan penjelasannya, tetapi masih banyak yang gagal. Biasanya saya menawarkan untuk mengirimkan anak buah saya ke tempat anda untuk mengajari cara budidaya yang benar, atau sebaliknya anak buah anda yang datang ke tempat saya untuk belajar penyerbukan yang benar. Tapi khusus untuk pembelian bibit dalam jumlah besar (minimal seribu batang) tentunya.

Tanya : Bagaimana dengan pemasarannya?

Jawab : Saya sudah menulis tentang pemasaran buah naga di sini dan pembagian kelas buah menurut beratnya sesuai syarat-syarat yang di mau para pembeli buah naga yang bisa dibaca disini.

Tanya : Kenapa bapak tidak membuka kemitraan?

Jawab : Keterbatasan waktu dan tenaga ahli membuat saya menutup kemitraan. Kalau kemitraan, saya harus selalu mengontrol dari bibit sampai panen karena menyangkut pertanggungjawaban dalam kontrak. Dalam kemitraan, sebenarnya apapun yang terjadi saya tetap untung, begini hitungannya :

Misal kontrak 50 juta/ 1000 bibit, jika nanti gagal panen saya mengembalikan 100% uang anda. Jika memang gagal nantinya, saya akan tetap untung, karena bibit yang tadinya kecil pasti sudah menjadi tanaman induk/ besar dan saya ambil saya potong-potong menjadi bibit tentu saja akan menghasilkan bibit dalam jumlah berlipat-lipat dan saya tetap untung besar ketika menjualnya. Anda tidak rugi dalam jumlah uang, tapi anda rugi waktu dan lahan anda yang dipakai tidak menghasilkan apa-apa, sebaliknya saya untung bibit menjadi berlipat jumlahnya atau dari bibit sudah menjadi tanaman siap produksi dan saya tidak perlu menyewa lahan anda tentunya. Apakah sudah jelas? tapi saya tidak mau melakukannya karena akan merusak kepercayaan konsumen saya di kemudian hari. Sekarang ini saya hanya menawarkan jasa penanaman saja, anda menyiapkan lahan dan tiang, saya akan mengirimkan pekerja saya bersama bibit buah naga untuk ditanam dilahan anda. Anda tertarik?

Tanya : Apakah memasarkan buah naga di internet seperti yang bapak lakukan keuntungan dan prosentase penjualannya bagus?

Jawab : Kalau saya iya, keuntungan dan penjualan terbesar saya dari menjual di internet, saya tinggal di kota kecil yang tentu saja membatasi saya dalam memasarkan buah naga kalau via offline. Mungkin berbeda jika anda tinggal di kota-kota besar dengan daya beli masyarakatnya yang lebih tinggi. Dan, saya juga sudah lama memasarkan via online sejak saya menjalani bisnis tanaman hias dulu. Apalagi sekarang dengan munculnya situs jejaring sosial semakin memudahkan saya memasarkan dan berinteraksi dengan banyak pembeli. Tapi itu juga harus dengan kerja keras dalam membangun kepercayaan konsumen karena jual beli di internet tidak bertemu langsung (tatap muka) yang tentu membutuhkan kepercayaan yang lebih.

(bersambung).

Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan. Semoga bermanfaat...

16 komentar:

  1. Selamat pak.... tulisan bapak kali ini sekaligus memicu orang utk berpikir lebih dan kreatif, tidak ada yang mudah dlm hidup ini, semua membutuhkan proses dan kerja keras. Begitu juga dlm usaha berkebun buah naga, memerlukan waktu, kesabaran dan kerja keras( tentu berbeda dgn pemodal besar, ckp memantau dan menggaji karyn sj)dari mulai tanam sampai buah siap panen, sesudah panen,jika ingin profit lebih msh harus menawarkan ke toko2 buah/ super market, pengen cepat hubungi tengkulak lokal, dari pengematan di lapang yg paling banyak untung justru tengkulak, mereka tdk perlu menunggu waktu lama, bisa dpt profit sampai 5-10rb per kilo...... komoditi lain rasanya tdk akan mencapai profit tsb.
    Para petani naga, keep spirit, gunakan momentum selagi buah naga masih masuk golongan buah ekslusif, buah kelas super market dan hotel2 mewah...

    wawan

    BalasHapus
  2. Wah terima kasih pak, mungkin banyak bahasa yg kurang tepat, tapi semoga saja bisa menyemangati para pemula, Memang saya nggak suka orang yang hanya tahu suksesnya dan ingin meniru tanpa mau tahu resiko dan kerja kerasnya. Pengennya langsung untung besar dan sukses.

    Padahal orang sukses pasti pernah jatuh, tapi bedanya mereka mampu bangkit dan merubah keadaan.

    Salam...

    BalasHapus
  3. Memang hukum ekonomi kan begitu, orang produksi (petani/pekebun/peternak) lebih enak tengkulak dari segi keuntungan maupun resikonya. Tapi ya itu, memasarkan suatu produk dan membangun jaringan pemasaran juga bukan hal yang mudah.

    Saya pun masih belajar mencoba menjadi keduanya sekaligus, hehehe...

    BalasHapus
  4. asswrwb.
    trims mas Deka ats segala ulasannya detil perdetil tentang usaha naga. sedikit hal yang ingin kami tahu, apakah ada perbedaan signifikant dalam penanaman naga dengan model tiang tunggal dan rowning (model jemuran). mohn agar bisa diulas dari segi biaya pembuatan, pemeliharaan dan produktivitasnya.
    thanks, jaya dan sukses selalu

    BalasHapus
  5. thanks banget ya...btw sapa sih yg nulis blog ini?????
    thanks so much...tekad saya menjadi lebih kuat lagi untuk berwirausaha...memang tidak bisa mengandalkan gaji pegawai untuk masa sekarang... ^^

    BalasHapus
  6. @anjali : yang nulis tentu saya sendiri, kan judulnya deni kurniawan's blog. semoga sukses berwirausaha...

    BalasHapus
  7. Mohon pencerahan. 3 tahun yang lalu saya menanam bibit buah naga, dari segi pertumbuhan bagus, cuma sayangnya, kenapa sampai sekarang masih belum pernah berbunga ? Lokasi di Sukabumi, Jawa Barat.

    BalasHapus
  8. pak saya awalnya iseng aja nanam beberapa pohon dan setelah ± 1 th berbuah lumayan.... bisa saya konsumsi sendiri, padahal saya tidak merawatnya dgn serius.... tp tetangga saya juga nanam dgn waktu yg sama pada saat saya nanam...( krn kita sebelahan ) anehnya disana setelah berbunga bunganya rontok....kenapa begitu ya pak...

    BalasHapus
  9. Bung Denny ...saya tanam BN 3700 bibit, dikebun itu banyak semut apakah semut itu bisa bantu penyerbukan ?punyaku blm berbunga baru 4bln tanamannya alhamd subur tuk membantu penyerbukan pakai apa ya kalo lebah jg ga ada solusinya ntar gmn ya ? thanks

    BalasHapus
  10. semut biasanya memakan pucuk tunas muda dan calon kuncup bunga, tidak berperan pada penyerbukannya. kalau nggak ada lebah ya pake tenaga kerja manusia. selain cara itu saya belum pernah nyoba.

    BalasHapus
  11. bagaimana tentang harga jual buah naga merah? apakah anda juga menyediakan bibit buah naga kuning?
    bagaimana tentang perbedaan buah naga kuning dng yg lain?

    BalasHapus
  12. saya mau tanya...
    buah naga di kebun saya sudah berbunga 2 kali. tapi bunga itu ga pernah bisa jadi buah. padahal saya juga sudah berusaha membantu penyerbukannya.
    apa yang harus saya lakukan?

    BalasHapus
  13. kalo cuaca g menentu kaya d purwokerto itu gimana gan?? kadang panas terus kadang hujan terus.. ane takut tanemannya cepet busuk... ada g cara mengatasi kebusukan? kalo kehujanan terus

    BalasHapus
  14. @Zulfan : http://www.denidi.com/2011/05/antisipasi-curah-hujan-tinggi-pada-buah.html

    BalasHapus
  15. MAs.. buah naga itu, mana yg baik dan bagus. Yang banyak bijinya atau yg sedikit bijinya..? terus, manfaat bijinya apa? terim kasih..

    BalasHapus
  16. Sama saja, manfaat bijinya untuk disemai (perbanyakan bibit).

    BalasHapus