4 Cara Memasang Ongkos Kirim Toko Online


Jika anda mempunyai toko online / online store, atau menjual produk melalui situs jual beli barang, tentu harus menyertakan ongkos kirim yang lebih dikenal dengan istilah ongkir. Dibawah ini adalah 4 cara menampilkan ongkos kirim yang dipakai di sebuah toko online :

1. Menampilkan Per Kota Sesuai Tarif Biro Pengiriman
Cara ini paling banyak dipakai para penjual di toko online, biaya ongkos kirim bisa ditampilkan dalam bentuk tabel atau widget biaya ongkos kirim masing-masing kota menyesuaikan tarif resmi dari biro pengiriman yang akan digunakan. Misalnya Tiki, JNE, Dakota, Pos Indonesia yang sudah memberikan daftar resmi ongkos kirim sesuai jarak antar kota sesuai berat barang (per kilogram).

2. Satu Ongkos Kirim Seluruh Indonesia (Pukul Rata)
Cara ini biasanya digunakan toko online yang menjual produk yang bobotnya ringan dibawah 1 kg, item-item kecil misalnya aksesoris, perhiasan, dan sebagainya. karena biaya pengiriman dengan berat dibawah 1 kg selisihnya sedikit antara pulau satu dengan lainnya. Perbedaan ongkos kirim biasanya jika membeli dalam jumlah banyak (grosir).

3. Ongkos Kirim Tidak Ditampilkan (Hubungi Kami)
Cara ini biasanya digunakan pada produk dengan bobot yang besar (lebih dari 100 kg), atau juga produk yang harganya relatif mahal atau di tulis nego. Jadi Penjual meminta calon pembeli untuk menghubungi penjual untuk melakukan nego harga berikut ongkos kirimnya. Cara ini juga saya pakai di jualan patung ukiran jati saya di UkiranJati.Com

4. Harga Termasuk Ongkos Kirim (Free Ongkir)
Saya sendiri lebih suka menggunakan kata "Harga termasuk ongkos kirim" daripada "Free Ongkir). Karena cara ini digunakan penjual yang sudah menghitung keuntungan yang didapat yang sudah dikurangi perkiraan ongkos kirim yang dikeluarkan. Kata "Harga Termasuk Ongkos Kirim" terlihat lebih jujur karena calon pembeli sudah paham, memang penjual sudah menghitung keuntungan meskipun ongkos kirim ditiadakan (sebenarnya ongkir sudah dibebankan pada pembeli dalam harga yang di cantumkan). Agak berbeda dengan kata "Free Ongkir" yang berarti Ongkos Kirim Gratis, padahal semua tahu tidak mungkin penjual mau menanggung rugi atau tidak menghitung biaya pengiriman yang sebenarnya sudah termasuk dalam harga barang yang dicantumkan.

Semoga Bermanfaat.

0 comments: