9 Kiat Sukses Memulai dan Membuka Bisnis Kecil


Setiap kesuksesan maupun kegagalan sebuah bisnis kecil, biasanya tergantung pada rekomendasi dari mulut ke mulut. Keinginan tamu yang ingin mencoba toko atau restoran baru dan calon pengunjung tetap potensial bisa hilang hanya beberapa hari setelah pembukaan.

Nah, bagi Anda yang ingin mencoba memulai bisnis kecil, Tony Featherstone, penulis spesialisasi kewirausahaan dan bisnis kecil memberikan kiat-kiat dalam membangun bisnis kecil-kecilan seperti berikut ini :

1. Tidak ada yang namanya soft launching 
Anda harus mempersiapkan sistem dan prosesnya sebelum anda membuka usaha. Jangan biarkan tamu yang sudah mengeluarkan uang jadi kelinci percobaan anda. Jangan punya mental soft launching dan mencari-cari alasan atau pembenaran diri karena Anda masih baru. Pengusaha baru yang percaya diri dan berenergi memberikan dampak yang sama kepada dan dari para tamu.

2. Temukan 'magnet' bisnis Anda 
Usaha yang baru dibuka harus mempunyai daya tarik yang bisa menyedot perhatian publik. Sayangnya, banyak yang baru mulai tapi mengecewakan. Mereka hanya buka toko atau restoran dan berharap orang akan datang. Pasarkan dulu bisnis Anda sebelum beroperasi/diluncurkan. Ada suatu bisnis yang punya promo marketing sangat menarik. Untuk memberitahukan bahwa ada toko yang baru buka, mereka menyediakan tester kue di sepanjang jalan menuju outletnya. Hasilnya? toko itu dipenuhi pengunjung dan berhasil meraup AU$ 1000 di hari pertamanya beroperasi.

3. Beri penawaran spesial yang 'Lebih' 
Biasanya strategi yang dipakai di hari pertama pembukaan toko kurang efektif untuk menggaet pengunjung supaya datang lagi dan lagi. Mengapa banyak bisnis baru yang menawarkan diskon gila-gilaan atau penawaran gratis 1 beli 1 untuk menarik pelanggan baru? Dan bukannya menawarkan promo beli satu lalu dapatkan barang yang sama setengah harga di kunjungan berikutnya? Sekali lagi, butuh perencanaan cermat, marketing dan budgeting cerdas.

4. Kejutkan Para Pengunjung 
Tidak ada yang lebih efektif daripada melampaui harapan pengunjung di hari pertama kedatangan mereka. Seorang pelakuusaha yang cerdas selalu melakukan ini: restoran memberikan tamu makanan pembuka sebagai compliment dari chef, atau toko busana menyediakan aksesoris gratis setiap pembelian dalam jumlah tertentu. Ini merupakan pelajaran penting bagi bisnis kecil pemula. Pikirkan bagaimana Anda bisa menyiapkan kejutan kecil yang tidak mahal namun mengesankan pengunjung perdana.

5. Manjakan Pengunjung 
Sebuah bisnis yang ingin memanjakan pelanggannya, harus dibuat tepat sejak awal. Ketika klien baru menilai bisnis ini, memutuskan akan kembali atau tidak, dan merekomendasikannya pada orang lain. Anggarkan dana untuk mempekerjakan staf ekstra di hari pembukaan perdana supaya tamu terkesan dengan pelayanan yang baik, cepat dan tangkas. Segera pangkas staf ekstra tersebut jika ternyata pelayanan tidak terbukti berdampak efektif.

6. Rencanakan, jangan hanya berharap untuk yang terbaik 
Apa yang terjadi jika layanan bisnis Anda ternyata sukses luar biasa? Apakah kita bisa mempertahankan kualitas pelayanan, kejutan dan terus memanjakan pelanggan baru? Apakah kita punya aliran kas cukup untuk membeli stok barang dan staf ekstra untuk memenuhi tingginya permintaan? Lakukan skenario sederhana sebelum peluncuran. Apa skenario dasar Anda untuk jumlah tamu yang diperkirakan dan apa yang terjadi jika jumlahnya ternyata 20% lebih tinggi atau lebih rendah?

7. Bentuk koneksi dan relasi pribadi 
Peluncuran perdana merupakan waktu yang paling tepat bagi pemilik untuk mengenalkan dirinya sendiri kepada pelanggan baru. Tanyakan apakah mereka tinggal di dekat lokasi usaha Anda, berterima kasih karena sudah datang dan katakan harapan Anda untuk melihat mereka datang kembali. Ini bukannya waktu bagi pemilik untuk 'bersembunyi' di balik layar dan membiarkan tamu hanya berinteraksi dengan staf. Pemilik yang ramah dan bersemangat merupakan iklan terbaik sekaligus alasan hebat bagi tamu untuk merekomendasikan bisnis Anda.

8. Bagaimana respons terhadap Anda? 
Pelaku usaha yang baik sangat responsif terhadap tanggapan pengunjung di hari peluncuran perdana. Mereka mencari komentar, menganalisa masalah dengan cepat dan beradaptasi. Mereka tahu, kehilangan satu tamu di permulaan berarti mengurangi satu pengunjung reguler dan berpotensi kehilangan lusinan pelanggan melalui marketing dari mulut ke mulut. Mereka juga tahu bahwa pengunjung baru sering bersedia memberikan tanggapan untuk menolong usaha Anda. Mencari opini mereka secara tidak langsung menciptakan ikatan dengan pelanggan.

9. Rujuk, Jangan putus 
Semua usaha baru pasti punya kesalahan. Tinggal bagaimana Anda merespons kesalahan itu. Pastikan Anda 'berbaikan' dengan tamu, berikan mereka ekstra ketika ada kesalahan. Jangan biarkan tamu baru menggerutu. Hanya perkataan maaf, tidaklah cukup. Seluruh pengalaman buruk yang dirasakan tamu akan terus membekas di otak mereka. Meskipun demikian, ada juga tipe tamu yang mau memberikan kesempatan kedua bagi Anda. Mereka paham betul sulitnya bagi pemilik bisnis kecil memulai usaha. Staf lapangan juga mengalami kesulitan yang sama, apalagi mereka harus berhadapan dengan tamu-tamu yang marah. Butuh banyak usaha untuk membangun hubungan baik dengan pelanggan ketika kesan pertama sudah tidak baik.

Source :  Sydney Morning Herald

0 comments: