Profil Aburizal Bakrie (Grup Bakrie)























Nama Lengkap : Aburizal Bakrie
Alias : Ical | Aburizal | Bakrie
Agama : Islam
Tanggal Lahir : Jumat, 15 November 1946
Warga Negara : Indonesia

BIOGRAFI
Aburizal Bakrie atau yang akrab disapa Ical adalah politikus dan pengusaha. Dia lahir di Jakarta pada 15 November 1946 dari keluarga pengusaha Achmad Bakrie yang memang sudah tersohor. Dia adalah anak sulung dari keluarga Achmad Bakrie yang berasal dari Lampung dan Roosniah Nasution asal Langkat Sumatera Utara, pendiri Kelompok Usaha Bakrie, dan akrab dipanggil Ical. Ical terbukti mampu meneruskan bisnis sang ayah, dan bahkan makin sukses kala beliau memimpin Grup Bakrie pada tahun 1992 hingga 2004.

Sejak lulus kuliah hingga tahun 1992 Aburizal Bakrie telah dipercaya untuk memegang banyak jabatan penting di Grup Bakrie antara lain direktur, wakil direktur utama, dan direktur utama. Di bawah pimpinannya, Grup Bakrie melebarkan sayap ke berbagai bidang seperti pertambangan, kontraktor, telekomunikasi, informasi, industri baja dan media massa.

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla pun pernah menyatakan kebanggaannya pada Ical karena ia adalah orang pribumi pertama yang mendapat titel orang terkaya di Indonesia. Selama berkecimpung di dunia usaha, Ical juga aktif dalam kepengurusan sejumlah organisasi pengusaha. Sebelum memutuskan meninggalkan karier di dunia usaha, dia menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) selama dua periode (1994-2004). Selama menduduki Ketua Umum KADIN, Ical telah berhasil menjadikan KADIN sebagai organisasi yang sangat berpengaruh terhadap kebijakan pemerintah. Pada masa kepemimpinan beliau, KADIN berhasil menuntaskan kasus penyelundupan gula, kayu, beras yang saat itu marak terjadi.

Hingga saat ini pun Aburizal Bakrie masih lekat dengan image sebagai ketua KADIN meskipun telah lama turun dari jabatan itu. Selain di kancah bisnis dan politik, beliau ternyata juga pernah mengetuai Bidang Dana PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Indonesia) pada tahun 1985 – 1993.
Pada 2004, Ical memutuskan untuk mengakhiri karier di dunia usaha, setelah mendapat kepercayaan sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Kabinet Indonesia Bersatu periode 2004-2009. Dan sejak terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar 2009-2010, waktu dan energinya tercurah untuk mengurus partai.Ketua Umum Partai Golkar sejak 9 Oktober 2009 ini dilantik sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) dalam Kabinet Indonesia Bersatu pada 5 Desember 2005.

Pada bulan Mei 2006, areal sumur pengeboran gas alam milik Lapindo Brantas Inc., salah satu unit usaha Grup Bakrie, keluar semburan lumpur panas. Bencana itu telah membuat lebih dari 10 ribu orang mengungsi dan 400 hektar lahan terendam, termasuk sawah, rumah, pabrik dan sekolah. Jalan poros menuju kota Surabaya pun rusak dan akibatnya perekonomian Jawa Timur sempat lumpuh.

Aburizal Bakrie masuk jajaran orang terkaya versi Forbes pada tahun 2006. Kekayaan Ical dalam setahun terus bertambah berkat salah satu anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) di industri tambang, PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Ical dinobatkan jadi orang terkaya nomor 1 versi majalah Forbes Asia. Dia juga bertahan selama enam tahun di posisi 40 orang terkaya se-Indonesia selama enam tahun.

PENDIDIKAN 
Fakultas Elektro Institut Teknologi Bandung, 1973

KARIR 
Ketua Umum DPP Partai GOLKAR (2009 - 2014)
Anggota Dewan Penasehat DPP Partai GOLKAR (2004 - 2009)
Anggota Dewan Pakar ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) (2000 – 2005)
Presiden Asean Chamber of Commerce & Industry (1996 – 1998)
International Councellor Asia Society (1996 – 1997)
Ketua Umum KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) selama 2 periode (1994 - 2004)
Anggota Dewan Penasehat, International Finance Corporation (1993 – 1995)
Komisaris Utama/Chairman, Kelompok Usaha Bakrie (1992-2004)
Presiden ASEAN Business Forum selama 2 periode (1991 – 1995)
Wakil Ketua Umum, KADIN Bidang Industri dan Industri Kecil (1988 – 1993)
Anggota MPR-RI selama 2 periode (1988 - 1998)
Wakil Ketua, Asosiasi Kerjasama Bisnis Indonesia – Australia (1984 – 1988)
Ketua Umum, HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (1977 – 1979)
Ketua Umum, Gabungan Pabrik Pipa Baja Seluruh Indonesia (1976 – 1989)
Ketua Departemen Perdagangan HIPMI (1975)
Wakil Ketua Departemen Perdagangan HIPMI (1973 – 1975)

PENGHARGAAN 
Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, Ical menduduki peringkat ke-30 dengan total kekayaan US$ 890 juta. Jika dibanding tahun 2010, peringkat Ical turun cukup drastis dari peringkat 10 ke peringkat 30.
1997 Penghargaan “ASEAN Business Person of the Year” dari the ASEAN BusinessForum 1995 Pengharagaan “Businessman of the Year” dari Harian Republika
1986 Penghargaan “The Outstanding Young People of the World” dari the Junior Chamber of Commerce

Source: Wikipedia dan berbagai sumber

0 comments: