Tips Menjual Produk Melalui Social Media


Dengan munculnya berbagai situs jejaring sosial sekarang ini bisa sangat membantu anda dalam berbisnis atau mempromosikan produk yang akan anda jual. Media jejaring sosial bisa sangat membantu tapi juga bisa menyita waktu anda secara bersamaan, terutama para pelanggan dan calon pelanggan yang berharap dapat respon cepat 24 jam nonstop.

Strategi promosi melalui media sosial yang efektif lebih kepada kualitas dan konsistensi ketimbang kuantitas. Promosi seperti ini juga membutuhkan masukan dan hubungan dengan konsumen, yang sebenarnya butuh waktu cukup lama untuk membentuk konsumen yang loyal. Saya kutip dari Investopedia, berikut beberapa tips menjaual produk melalui media sosial :

1. Tidak ada yang namanya sukses dalam sehari 
Menjual produk dengan menggunakan jejaring sosial, hasilnya akan berbeda-beda. Mungkin beberapa orang tidak akan mengalami perubahan yang drastis dari bisnisnya dalam beberapa bulan pertama, tapi beberapa orang lainnya mungkin saja sudah bisa meraup omzet yang meningkat berkali lipat. Meningkatnya omzet bisa menjadi ukuran kesuksesan. Tapi, image positif dan jumlah penggemar atau pengikut (follower) perusahaan anda juga tidak bisa disepelekan begitu saja. Pastikan anda membangun image perusahaan dan produk yang positif dan jangan lupa tetap melayani para pelanggan dan calon pelanggan di dunia maya.

2. Pasang target feedback konsumen 
Tujuan perusahaan menggunakan media sosial adalah, mempertegas keberadaan merek, meningkatkan penjualan, memperbaiki dan menjaga persepsi konsumen dan lain sebagainya. Tapi, semua itu tidak akan efektif jika anda tidak memasang target. Anda akan menghabiskan banyak waktu di media sosial karena tahu tujuannya untuk apa, tapi tidak tahu kapan mencapai tujuan tersebut. Begitu anda siap untuk menggelar kampanye promosi di jejaring sosial, pastikan anda punya target yang tepat dan sistem pengukur untuk memonitor seberapa sukses kampanye tersebut. Dengan monitor yang rutin, anda bisa menentukan seberapa jauh anda dari target dan apa yang harus dilakukan, harus menambah frekuensi atau malah mengurangi.

3. Atur frekuensi promosi 
Para calon pembeli produk anda mungkin saja menyukai produk atau jasa layanan perusahaan anda, terlihat dari banyaknya 'like this' di postingan Facebook anda atau jumlah pengikut di Twitter. Tetapi bukan berarti mereka ingin dibanjiri dengan postingan promosi anda setiap saat. Amati setiap perilaku pengikut anda di dunia maya. Jika komentar di postingan Facebook atau retweet sudah mulai lesu, ini bisa berarti anda terlalu banyak berpromosi atau mungkin jenis promosi yang adan lakukan sudah mulai membosankan.

4. Jangan abaikan proses bisnis anda 
Jika anda menggunakan situs jejaring sosial dengan tujuan untuk meningkatkan penjualan, promosi dan hubungan masyarakat (public relation/PR), jangan sampai anda terlalu berkonsentrasi disini dan malah mengabaikan seluruh proses bisnis secara keseluruhan. Sambil anda memonitor tren, melihat imbal balik konsumen dan mengatur frekuensi promosi, jangan sampai lupa untuk memperhatikan kelangsungan bisnis anda, pastikan tidak ada proses yang terabaikan karena terlalu banyak aktif di dunia maya.


Source : Investopedia

0 comments: